lama juga aq gak nulis d blog aq
Gak tau juga nih bro, aq lagi bad mood aja kali, mo apa-apa juga kadang malas aja bawaannya.
Padahal mesti menyiapkan diri menghadapi lebaran nih... ya dikerjaan, ya di rumah.
Di kantor kn mesti nyiapin program paket lebaran, tapi tinggal beberapa hari, adaaa azza yang belom kelar, makanya jadi ngebut nih, dikejar deadline...
Di rumah? biasalah, STD ibu-ibu RT menjelang lebaran, bersih-bersih rumah, nyiapin (rencana) menu dan kue-kue lebaran, serta rute "sungkeman", hehehe....
Untungnya rutinitas menjelang lebaran yang menurut aq lumayan menyita otak, waktu, tenaga & isi dompet sudah kelar.. Beli baju-baju baru buat anak-anak berlebaran, udah aq lakoni beberapa hari lalu, walaupun dengan negosiasi yang yang cukup alot (kayaknya anak aq yang kecil bakal jadi negosiator handal nih), gara-gara selera emak kadang beda, belum lagi si anak pula punya kiblat mode sendiri, tapi yang penting anak-anak bakal bisa pake baju baru deh lebaran nanti, emaknya sih cukup mix & match baju-baju tempoe doeloe aja...
Udah dulu ah... Ntar klo dah dapat inspirasi, aq nulis lagi.. ni masih blank azza bawaannya...
CU...
Label: Simplicity Me
Assalamu'alaikum
Aq mo cerita sedikit tentang kegiatan aq hari ini..
Biasa, kalo lagi bulan puasa gini semua jadi betaaah banget di kantor. Alasannya sich sebenarnya bukan karena pengen dapat predikat pegawai teladan, tapi (aq kasih tau rahasia nya ya) karena di kantor tuh adem, maklum kami kan kerja di "divisi" RanTV, televisi lokalnya urang Rantau, kota kecil kami. So, ada studionya, and so lagi, harus ada pendingin ruangannya dong.
Jadilah tiap hari kami tuh numplek blek di ruang studio yang ber AC, yang untunglah cukup luas hingga kami tidak perlu berjelaj-jelal seperti ikan sarden dalam kaleng. Semua tugas yang harus kami kerjakan, kami angkut & kami kerjakan dalam studio. Bikin naskah berita, bikin program siaran mingguan, sampai mengedit gambar dan suara, semua kami kerjakan dalam studio. Teman-teman yang kebetulan sedang tidak bertugas pun karena sudah kena giliran liputan safari Ramadhan malam-malam, juga dengan setia menemani kami yang sedang bekerja (baca: ikutan ngadem di ruang ber AC).
Nah, hari ini tuh, menjelang waktu bubar kerja, salah satu teman kerja ku yang masih lajang nanya dimana beli kue yang enak buat buka puasa. Setelah saling menberikan info tentang tempat-tempat wadai (kue) yang enak di pasar Ramadhan di kota Rantau, entah siapa yang memulai, tiba-tiba saja tercetus ide untuk sekalian saja bikin liputan tentang pasar Ramadhan. Si teman yang tadi nanya dengan semangat meng iyakan ide tersebut. Selidik-selidik ternyata doski tuh sudah punya info juga bahwa ternyata disana ada seorang gadis yang sudah lama dia naksir, anak dari pedagang kue di pasar ramadhan, maklum lah, masih lajang ini... Sebagai teman setia, dengan penuh semangat "kebersamaan dan kekeluargaan", kami dukung niat baik si lajang ini, yang memang sudah waktunya untuk mencari someone yang bisa nyediain makanan dan kue-kue kalo buka (baca: cari istri)
So, begitu jam kantor berakhir, rombongan dadakan ini berarak beriringan dengan motor masing-masing berangkat ke pasar Ramadhan yang tidak seberapa jauhnya. Tentu, segala macam peralatan, perabotan dan properti buat syuting dan liputan tak lupa di bawa serta. Kamera, ok.. Mikropon, ok... Kabel? seperti biasa.. jadi bagian gue dewh..
Sampe dipasar sekitar jam 4 sore, tanpa dikomando, kami pun segera beraksi, sesuai dengan "keahlian" masing-masing.. Karno dan Andre kebagian jadi kameramen, Ema si penganten baru, neneteng-nenteng mikropon buat bincang-bincang dengan pedagang dan pembeli, aq? kali ini kebagian jadi reporter .. sedang teman-teman lain nunut aja dibelakang sekalian hunting makanan buat dibawa pulang. Si lajang? sesuai kesepakatan sebelumnya, doski kebagian jadi bos kami-kami semua, yang artinya kebagian jatah kudu ngebayarin makanan yang bakalan kami beli . Tapi tenang saja lah bos, kan baru dapat tunjangan daerah iniii...
Kamera, action... Aq pun segera pasang aksi, membuka liputan sore itu, kemudian berjalan menyusuri deretan para pedagang yang menawarkan berbagai hidangan yang kelihatannya uenak tenan... Bergaya ala Mas Bondan dan Teh Nita yang sering aq liat aksinya di TV, aq mengomentari dan bertanya ini itu pada para pedagang dan beberapa pembeli yang ada... Ada es buah rasa sirsak, ada petah arab (walaupun namanya pake embel-embel Arab, sebenarnya itu adalah makanan khas dari kota Rantau, semacam takjil, dengan kuah sirop susu dan santan), ada pula pedagang ikan bakar yang membakar ikannya langsung ditempat, sesuai dengan permintaan pembeli, yang harum aroma bakarannya membuat gak kuku... Mak nyoooss.... Ajib... Tak lupa kami juga menyambangi pedagang kurma yang sudah menjadi buah yang wajib ada di meja kala berbuka.
And then... Jreeeeeng..... Akhirnya sampai juga kami ke tempat pedagang kue-kue basah yang memang menjadi tujuan utama kami. Dengan penuh semangat kami pun ikut antri, menunggu giliran membeli kue made in "ma haji" yang memang sudah terkenal sangat enak ini. Berpuluh macam kue-kue basah khas masyarakat Banjar yang rata-rata manis legit sehingga sangat cocok untuk disantap waktu buka puasa tertata rapi di atas meja. Ada lapis legit, kararaban, sarimuka putri selat dan sebagainya..
Sambil meyelam minum air, sepertinya peribahasa itu tepat untuk menggambarkan kami. Betapa tidak, sambil membeli kue-kue, kami ambil kesempatan untuk melakukan liputan, "interview" sama anak ma haji yang sambil sibuk melayani permintaan pembeli, masih dengan ramahnya mau menjawab pertanyaan bertubi-tubi kami tentang nama kue, omzet perhari, kue terlaris, dst, dsb.. Juga pada pembeli yang kebetulan sedang sama-sama membeli kue ma haji... And so, sebagai teman setia, ditengah-tengah acara "liputan" kue-kue ini, sambil tetap sibuk memilih kue-kue, kami juga menyempatkan untuk menyelipkan "informasi-informasi" sambil lalu tentang "si lajang" yang sedang mencari "teman"... Si lajang? entah temanq ini lagi ambil sikap "cool" atau grogi, tapi hampir-hampir tak keluar sepatah kata pun dari mulutnya... Doski hanya menampakan ekpresi kaget hampir shock, sewaktu mendengar rincian dan total rupiah dari belanjaan kami... Maklum aja, teman-temannya yang pada tau diri ini melihat kesempatan emas yang pantang disia-siakan... Hehehe.... So, dengan dalih biar doski punya kesempatan bicara langsung dengan sang pujaan, kami pun kompak pada ngacir ke tempat parkir begitu gikiran membayar. Sebagai bos yang baik si lajang hanya bisa pasrah membayar semua belanjaan kami.
Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, rasa-rasanya itu peribahasa yang lebih cocok lagi buat ngungkapin kegiatan kami sore tadi. Kerjaan? ok... (kan sekalian liputan).. Keluarga ok... (kan sekalian beli makanan buat keluarga)... Misi rahasia? juga ok tuch...(kan udh disisipin info-infonya)... Sayangnya aq belum punya foto-foto yang bisa aq bagiin sama kamu...
Udah dulu yachh... Kalo mo lebih lengkap tentang berbagai masakan, makanan dan kue-kue yang aq sebutin tadi, Insya Allah, aq bakal ulas tersendiri deh...
Sekarang aq mo sip-siap tidur barang sebentar sebelum sahur, soalnya sekarang udah lewat tengah malam...
Assalamua'laikum...
Label: Simplicity Me
Ini hari ke7 puasa di bulan Ramadhan 1429 H, and aq mo berbagi cerita tentang kagiatan q hari ini....
Bro, puasa tuh ternyata mengajarkan kita tentang banyak hal, bukan cuma menahan hawa nafsu, lapar & dahaga, bukan cuma memperbanyak ibadah, tapi juga belajar lebih bersabar, terutamanya untuk orang yang sehari-hari suka grasah grusuh kayak aq...
Anyway.. gini ceritanya...
Flashback dikit tentang kegiatan q kemaren, karena kemaren aq gak kebagian lauk yang aq inginkan berhubung datang belakangan, hari ini aq memutuskan untuk datang lebih awal ke warung andalan q untuk membeli lauk pesanan anak-anak q.. Padahal yang namanya bulan puasa kan warung-warung tuh bukanya siang menjelang sore aja, namun jam 11 tepat aq sudah start dari rumah menuju warung idola (yang kebetulan masakannya top abis & sesuai dengan selera). Sampai di sana, kurang-lebih jam11.15 wita. Warungnya masih tutup bo! hanya dibuka di bagian etalasenya saja yang masih kosong melompong (chiieee.. etalase ni yee) yang menandakan bahwa warungnya buka hari ini. Tapi tetap aja aq kekeuh nunggu, berdiri di depan warung tutup, (persis kayak orang nunggu pembagian amlop dan sembako gratis di depan rumah pejabat dan politikus yang pengen membeli hati rakyat biar kepilih jadi pejabat atau anggota legislatif kayak yang aq liat di tayangan berita di TV). tak sampai lima menit aq tiba, satu persatu ibu-ibu praktis & ekomomis lain pun berdatangan...
Seperti yang sudah-sudah, layaknya ada peraturan tak tertulis, kami pun bergerombol sambil mengitung dan menyusun nomor antrian hari ini.. and you know bro... hari ini aq yang dapat antrian no1!! Makin lama jumlah ibu-ibu yang bergerombol di depan warung tutup makin banyak saja.. yang membuat si empunya warung yang terkenal roamaaah (baca:jutek) makin ramah saja, terdengar dari dalam "nyayiannya" bahwa kalo ditungguin kaya gitu dese malah jadi gugup & gak karuan.. Tapi karna sudah terbiasa & masakannya yang emang top punya, kita-kita asyik-asyik aja nunggu di luar. Aq sendiri asyik jalan hilir mudik kayak setrikaan sambil melihat-lihat toko-toko disekitar warung, sambil memantau anak q yang kebetulan ikut, yang sambil suntuk tuk denagn muka ditekuk, duduk sambil main games di hp, di ponsel milik teman q yang kebetulan bersebelahan dengan warung idola.
Nomor antrian diantara kita-kita udah sampe 12 ketika akhirnya tante warung berbaik hati membukakan warungnya. Berduyun-duyun ibu-ibu praktis ekonomis masuk & mulai membidik makanan sasarannya. walaupun "prosesi" jual beli belum juga dimulai karena tante warung masih melakukan finishing touch pada masakannya (dan sebagian memang belum selesai dimasak, maklum masih jam 12 siang inii) dan menata di dalam "etalase"nya yang berupa lemari kaca. Dan tiap kali ada ibu-ibu lain datang, tanpa dikomando ada saja ibu-ibu yang nyelutuk menyebutkan daftar nomor antrian, si ini nomor ini, si itu no anu. Aq sih diam saja sambil senyum-senyum sendiri, soalnya kan aq yang hari ini dapat kehormatan dapat nomor antrian 1. Oh iya, perlu aq jelaskan bahwa disini kita boleh-boleh aja mengambil sendiri kalau ada lauk yang sudah matang yang kita inginkan, dan diletakkan dipiring-piring kosong yang sudah disediakan oleh tante warung, yang menandakan bahwa masakan itu sudah dipesan, namun bayarnya harus tetap sesuai dengan nomor antrian tak tertulis.
Dan... Saat yang dinanti-nantikan pun akhirnya tiba.... Jreng... Tretetet teteteeeeet... No antrian 1 dipersilakan untuk membeli masakan...
Dengan semangat aq maju ke depan.. Tapi ada kasak-kusuk dibelakangku... What's up buddy? Ternyata yang namanya manusia memang ada saja ulahnya, ada diantara ibu-ibu yang slonong boy, main ambil aja masakan yang sebelumnya sudah dipesan dan dipilih oleh ibu lainnya ... Untungnya si ibu orang yang baik hati, jadi pasrah dan berkata bahwa kalau emang rejeki nanti juga kebagian. So, it's ok aja jadinya.
Kembali ke aq, aq mulai menyebutkan masakan yang q inginkan, dan menyerahkan masakan lain yang sudah q pilih sebelumnya. Hari ini aq memutuskan membeli lalapan dan gangan humbut basantan (sayur berkuah santan) serta akan tenggiri asam manis untuk berbuka, dan sate ati ampela dan oseng sayur udang untuk sahurnya. Sayangnya ikan gabus goreng pesanan anak q belum selesai digoreng. Tapi karena dirumah aq masih punya pepes (lagi-lagi) ikan tengiri, aq memutuskan membeli ikan goreng besok-besok saja.
Akhirnya.. Setelah hampir 2 jam lamanya (mungkin sama lamanya kalau aq masak sendiri di rumah)... Segala "psosesi" antri ikan selesai juga aq jalani...
Dan ketika melihat betapa lahapnya keluarga q makan saat berbuka tadi, segala rasa capek dan bete yang q jalani tadi siang rasanya terbayar sudah... Alhamdulillah...
Dan karena lauk untuk sahur pun sudah tersedia dan aq tinggal memanaskannya saja ketika sahur nanti, aq jadi punya waktu untuk menulis ini, dan berbagi pengalaman dengan kalian...
Terimakasih ya Allah, atas rejeki yang Kau berikan pada kami. Terima kasih juga tante warung, karena sudah memasak untuk kami....
Sekarang, aq mo bobo dulu, biar bisa bangun dan bersiap sahur nanti...
CU all......
Label: Simplicity Me
eeehhhh, ternyata aq blm promosiin diri aq yach... profilnya juga blm ada... ntar yachhh aq kn masih belajar ini... foto? ntar nyusul juga dewh...
that's all 4 2day dewh... tangkiyu yach...
Label: Simplicity Me
apa jadinya kalo emak beranak dua yang gaptek banget baru kenal yang namanya internet, yg sering kali nyebutinnya az suka salah2 pegen bikin blog pribadi? ya kaya gini dewh... but, it's ok kn... selama gue mo belajar, ya ora popo towh...
soalnya aq sering merasa otak aq tuh penuuuuh banget isinya... yang menurut lo lo pade mungkin cuman sampah tp menurut aq perlu banget dikeluarin biar gak numpuk puk and ntar bikin aq pengen nimpuk.... kadang aq rasa aq punya ide yang briliyaaaaan banget, tp kadang juga cuman uneg-uneg yang bikin eneg...
tp aq bingung kemana harus nyalurin aspirasi aq (chieeee... ky politik azzah ad aspirasinya). so aq beraniin diri buat belajar bikin blog and nulis segala yng aq pengen tulis.....
biar pun blog aq cuman blog kampung, tp aq ttp nyuhun tulung, kasih komentar, kritik dan saran kamu-kamu yach... tp jgn yg njlimet, maklum aq gaptek ini....
thanks udh mo mampir yaach... god bless U......
Label: Simplicity Me

