Hari ke 10 Ramadhan 1429 H
Assalamu'alaikum
Aq mo cerita sedikit tentang kegiatan aq hari ini..
Biasa, kalo lagi bulan puasa gini semua jadi betaaah banget di kantor. Alasannya sich sebenarnya bukan karena pengen dapat predikat pegawai teladan, tapi (aq kasih tau rahasia nya ya) karena di kantor tuh adem, maklum kami kan kerja di "divisi" RanTV, televisi lokalnya urang Rantau, kota kecil kami. So, ada studionya, and so lagi, harus ada pendingin ruangannya dong.
Jadilah tiap hari kami tuh numplek blek di ruang studio yang ber AC, yang untunglah cukup luas hingga kami tidak perlu berjelaj-jelal seperti ikan sarden dalam kaleng. Semua tugas yang harus kami kerjakan, kami angkut & kami kerjakan dalam studio. Bikin naskah berita, bikin program siaran mingguan, sampai mengedit gambar dan suara, semua kami kerjakan dalam studio. Teman-teman yang kebetulan sedang tidak bertugas pun karena sudah kena giliran liputan safari Ramadhan malam-malam, juga dengan setia menemani kami yang sedang bekerja (baca: ikutan ngadem di ruang ber AC).
Nah, hari ini tuh, menjelang waktu bubar kerja, salah satu teman kerja ku yang masih lajang nanya dimana beli kue yang enak buat buka puasa. Setelah saling menberikan info tentang tempat-tempat wadai (kue) yang enak di pasar Ramadhan di kota Rantau, entah siapa yang memulai, tiba-tiba saja tercetus ide untuk sekalian saja bikin liputan tentang pasar Ramadhan. Si teman yang tadi nanya dengan semangat meng iyakan ide tersebut. Selidik-selidik ternyata doski tuh sudah punya info juga bahwa ternyata disana ada seorang gadis yang sudah lama dia naksir, anak dari pedagang kue di pasar ramadhan, maklum lah, masih lajang ini... Sebagai teman setia, dengan penuh semangat "kebersamaan dan kekeluargaan", kami dukung niat baik si lajang ini, yang memang sudah waktunya untuk mencari someone yang bisa nyediain makanan dan kue-kue kalo buka (baca: cari istri)
So, begitu jam kantor berakhir, rombongan dadakan ini berarak beriringan dengan motor masing-masing berangkat ke pasar Ramadhan yang tidak seberapa jauhnya. Tentu, segala macam peralatan, perabotan dan properti buat syuting dan liputan tak lupa di bawa serta. Kamera, ok.. Mikropon, ok... Kabel? seperti biasa.. jadi bagian gue dewh..
Sampe dipasar sekitar jam 4 sore, tanpa dikomando, kami pun segera beraksi, sesuai dengan "keahlian" masing-masing.. Karno dan Andre kebagian jadi kameramen, Ema si penganten baru, neneteng-nenteng mikropon buat bincang-bincang dengan pedagang dan pembeli, aq? kali ini kebagian jadi reporter .. sedang teman-teman lain nunut aja dibelakang sekalian hunting makanan buat dibawa pulang. Si lajang? sesuai kesepakatan sebelumnya, doski kebagian jadi bos kami-kami semua, yang artinya kebagian jatah kudu ngebayarin makanan yang bakalan kami beli . Tapi tenang saja lah bos, kan baru dapat tunjangan daerah iniii...
Kamera, action... Aq pun segera pasang aksi, membuka liputan sore itu, kemudian berjalan menyusuri deretan para pedagang yang menawarkan berbagai hidangan yang kelihatannya uenak tenan... Bergaya ala Mas Bondan dan Teh Nita yang sering aq liat aksinya di TV, aq mengomentari dan bertanya ini itu pada para pedagang dan beberapa pembeli yang ada... Ada es buah rasa sirsak, ada petah arab (walaupun namanya pake embel-embel Arab, sebenarnya itu adalah makanan khas dari kota Rantau, semacam takjil, dengan kuah sirop susu dan santan), ada pula pedagang ikan bakar yang membakar ikannya langsung ditempat, sesuai dengan permintaan pembeli, yang harum aroma bakarannya membuat gak kuku... Mak nyoooss.... Ajib... Tak lupa kami juga menyambangi pedagang kurma yang sudah menjadi buah yang wajib ada di meja kala berbuka.
And then... Jreeeeeng..... Akhirnya sampai juga kami ke tempat pedagang kue-kue basah yang memang menjadi tujuan utama kami. Dengan penuh semangat kami pun ikut antri, menunggu giliran membeli kue made in "ma haji" yang memang sudah terkenal sangat enak ini. Berpuluh macam kue-kue basah khas masyarakat Banjar yang rata-rata manis legit sehingga sangat cocok untuk disantap waktu buka puasa tertata rapi di atas meja. Ada lapis legit, kararaban, sarimuka putri selat dan sebagainya..
Sambil meyelam minum air, sepertinya peribahasa itu tepat untuk menggambarkan kami. Betapa tidak, sambil membeli kue-kue, kami ambil kesempatan untuk melakukan liputan, "interview" sama anak ma haji yang sambil sibuk melayani permintaan pembeli, masih dengan ramahnya mau menjawab pertanyaan bertubi-tubi kami tentang nama kue, omzet perhari, kue terlaris, dst, dsb.. Juga pada pembeli yang kebetulan sedang sama-sama membeli kue ma haji... And so, sebagai teman setia, ditengah-tengah acara "liputan" kue-kue ini, sambil tetap sibuk memilih kue-kue, kami juga menyempatkan untuk menyelipkan "informasi-informasi" sambil lalu tentang "si lajang" yang sedang mencari "teman"... Si lajang? entah temanq ini lagi ambil sikap "cool" atau grogi, tapi hampir-hampir tak keluar sepatah kata pun dari mulutnya... Doski hanya menampakan ekpresi kaget hampir shock, sewaktu mendengar rincian dan total rupiah dari belanjaan kami... Maklum aja, teman-temannya yang pada tau diri ini melihat kesempatan emas yang pantang disia-siakan... Hehehe.... So, dengan dalih biar doski punya kesempatan bicara langsung dengan sang pujaan, kami pun kompak pada ngacir ke tempat parkir begitu gikiran membayar. Sebagai bos yang baik si lajang hanya bisa pasrah membayar semua belanjaan kami.
Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, rasa-rasanya itu peribahasa yang lebih cocok lagi buat ngungkapin kegiatan kami sore tadi. Kerjaan? ok... (kan sekalian liputan).. Keluarga ok... (kan sekalian beli makanan buat keluarga)... Misi rahasia? juga ok tuch...(kan udh disisipin info-infonya)... Sayangnya aq belum punya foto-foto yang bisa aq bagiin sama kamu...
Udah dulu yachh... Kalo mo lebih lengkap tentang berbagai masakan, makanan dan kue-kue yang aq sebutin tadi, Insya Allah, aq bakal ulas tersendiri deh...
Sekarang aq mo sip-siap tidur barang sebentar sebelum sahur, soalnya sekarang udah lewat tengah malam...
Assalamua'laikum...
Assalamu'alaikum
Aq mo cerita sedikit tentang kegiatan aq hari ini..
Biasa, kalo lagi bulan puasa gini semua jadi betaaah banget di kantor. Alasannya sich sebenarnya bukan karena pengen dapat predikat pegawai teladan, tapi (aq kasih tau rahasia nya ya) karena di kantor tuh adem, maklum kami kan kerja di "divisi" RanTV, televisi lokalnya urang Rantau, kota kecil kami. So, ada studionya, and so lagi, harus ada pendingin ruangannya dong.
Jadilah tiap hari kami tuh numplek blek di ruang studio yang ber AC, yang untunglah cukup luas hingga kami tidak perlu berjelaj-jelal seperti ikan sarden dalam kaleng. Semua tugas yang harus kami kerjakan, kami angkut & kami kerjakan dalam studio. Bikin naskah berita, bikin program siaran mingguan, sampai mengedit gambar dan suara, semua kami kerjakan dalam studio. Teman-teman yang kebetulan sedang tidak bertugas pun karena sudah kena giliran liputan safari Ramadhan malam-malam, juga dengan setia menemani kami yang sedang bekerja (baca: ikutan ngadem di ruang ber AC).
Nah, hari ini tuh, menjelang waktu bubar kerja, salah satu teman kerja ku yang masih lajang nanya dimana beli kue yang enak buat buka puasa. Setelah saling menberikan info tentang tempat-tempat wadai (kue) yang enak di pasar Ramadhan di kota Rantau, entah siapa yang memulai, tiba-tiba saja tercetus ide untuk sekalian saja bikin liputan tentang pasar Ramadhan. Si teman yang tadi nanya dengan semangat meng iyakan ide tersebut. Selidik-selidik ternyata doski tuh sudah punya info juga bahwa ternyata disana ada seorang gadis yang sudah lama dia naksir, anak dari pedagang kue di pasar ramadhan, maklum lah, masih lajang ini... Sebagai teman setia, dengan penuh semangat "kebersamaan dan kekeluargaan", kami dukung niat baik si lajang ini, yang memang sudah waktunya untuk mencari someone yang bisa nyediain makanan dan kue-kue kalo buka (baca: cari istri)
So, begitu jam kantor berakhir, rombongan dadakan ini berarak beriringan dengan motor masing-masing berangkat ke pasar Ramadhan yang tidak seberapa jauhnya. Tentu, segala macam peralatan, perabotan dan properti buat syuting dan liputan tak lupa di bawa serta. Kamera, ok.. Mikropon, ok... Kabel? seperti biasa.. jadi bagian gue dewh..
Sampe dipasar sekitar jam 4 sore, tanpa dikomando, kami pun segera beraksi, sesuai dengan "keahlian" masing-masing.. Karno dan Andre kebagian jadi kameramen, Ema si penganten baru, neneteng-nenteng mikropon buat bincang-bincang dengan pedagang dan pembeli, aq? kali ini kebagian jadi reporter .. sedang teman-teman lain nunut aja dibelakang sekalian hunting makanan buat dibawa pulang. Si lajang? sesuai kesepakatan sebelumnya, doski kebagian jadi bos kami-kami semua, yang artinya kebagian jatah kudu ngebayarin makanan yang bakalan kami beli . Tapi tenang saja lah bos, kan baru dapat tunjangan daerah iniii...
Kamera, action... Aq pun segera pasang aksi, membuka liputan sore itu, kemudian berjalan menyusuri deretan para pedagang yang menawarkan berbagai hidangan yang kelihatannya uenak tenan... Bergaya ala Mas Bondan dan Teh Nita yang sering aq liat aksinya di TV, aq mengomentari dan bertanya ini itu pada para pedagang dan beberapa pembeli yang ada... Ada es buah rasa sirsak, ada petah arab (walaupun namanya pake embel-embel Arab, sebenarnya itu adalah makanan khas dari kota Rantau, semacam takjil, dengan kuah sirop susu dan santan), ada pula pedagang ikan bakar yang membakar ikannya langsung ditempat, sesuai dengan permintaan pembeli, yang harum aroma bakarannya membuat gak kuku... Mak nyoooss.... Ajib... Tak lupa kami juga menyambangi pedagang kurma yang sudah menjadi buah yang wajib ada di meja kala berbuka.
And then... Jreeeeeng..... Akhirnya sampai juga kami ke tempat pedagang kue-kue basah yang memang menjadi tujuan utama kami. Dengan penuh semangat kami pun ikut antri, menunggu giliran membeli kue made in "ma haji" yang memang sudah terkenal sangat enak ini. Berpuluh macam kue-kue basah khas masyarakat Banjar yang rata-rata manis legit sehingga sangat cocok untuk disantap waktu buka puasa tertata rapi di atas meja. Ada lapis legit, kararaban, sarimuka putri selat dan sebagainya..
Sambil meyelam minum air, sepertinya peribahasa itu tepat untuk menggambarkan kami. Betapa tidak, sambil membeli kue-kue, kami ambil kesempatan untuk melakukan liputan, "interview" sama anak ma haji yang sambil sibuk melayani permintaan pembeli, masih dengan ramahnya mau menjawab pertanyaan bertubi-tubi kami tentang nama kue, omzet perhari, kue terlaris, dst, dsb.. Juga pada pembeli yang kebetulan sedang sama-sama membeli kue ma haji... And so, sebagai teman setia, ditengah-tengah acara "liputan" kue-kue ini, sambil tetap sibuk memilih kue-kue, kami juga menyempatkan untuk menyelipkan "informasi-informasi" sambil lalu tentang "si lajang" yang sedang mencari "teman"... Si lajang? entah temanq ini lagi ambil sikap "cool" atau grogi, tapi hampir-hampir tak keluar sepatah kata pun dari mulutnya... Doski hanya menampakan ekpresi kaget hampir shock, sewaktu mendengar rincian dan total rupiah dari belanjaan kami... Maklum aja, teman-temannya yang pada tau diri ini melihat kesempatan emas yang pantang disia-siakan... Hehehe.... So, dengan dalih biar doski punya kesempatan bicara langsung dengan sang pujaan, kami pun kompak pada ngacir ke tempat parkir begitu gikiran membayar. Sebagai bos yang baik si lajang hanya bisa pasrah membayar semua belanjaan kami.
Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, rasa-rasanya itu peribahasa yang lebih cocok lagi buat ngungkapin kegiatan kami sore tadi. Kerjaan? ok... (kan sekalian liputan).. Keluarga ok... (kan sekalian beli makanan buat keluarga)... Misi rahasia? juga ok tuch...(kan udh disisipin info-infonya)... Sayangnya aq belum punya foto-foto yang bisa aq bagiin sama kamu...
Udah dulu yachh... Kalo mo lebih lengkap tentang berbagai masakan, makanan dan kue-kue yang aq sebutin tadi, Insya Allah, aq bakal ulas tersendiri deh...
Sekarang aq mo sip-siap tidur barang sebentar sebelum sahur, soalnya sekarang udah lewat tengah malam...
Assalamua'laikum...
Label: Simplicity Me
0 Comments:
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

